Washington DC, Kamis 08 Januari 2026- Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump resmi mengumumkan langkah untuk mengontrol penuh penjualan minyak mentah dari Venezuela tanpa batas waktu
Langkah ini diambil setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer. Pemerintah AS menegaskan bahwa mereka kini akan terlibat langsung dalam menjalankan pemerintahan Venezuela sekaligus mengelola seluruh penjualan minyak mentahnya, mengingat negara tersebut memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia
Menteri Energi AS Chris Wright menjelaskan dalam sebuah acara di Florida pada Rabu (7/1) bahwa prioritas pertama Amerika Serikat adalah menjual stok minyak yang selama ini menumpuk dan tersimpan
Wright menambahkan bahwa AS akan terus menjual hasil produksi minyak dari Venezuela ke pasar internasional tanpa batas waktu yang ditentukan
Sejalan dengan hal itu, jubir Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan di hari yang sama bahwa pemerintah AS sudah mulai memasarkan minyak mentah Venezuela yang sebelumnya dikenai sanksi.
Mengenai pendapatan dari transaksi tersebut, Leavitt menyatakan bahwa seluruh hasil penjualan akan masuk terlebih dahulu ke rekening bank yang dikontrol AS. Dana tersebut nantinya akan disalurkan untuk kepentingan rakyat Amerika dan Venezuela
Sebagai langkah lanjutan, Leavitt juga mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump dijadwalkan untuk bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak Amerika Serikat di Gedung Putih pada Jumat (9/1).
Pertemuan ini diduga menjadi bagian dari koordinasi teknis mengenai pengelolaan aset minyak yang kini berada di bawah kendali AS
sumber: NHK News