Jakarta, Kamis 08 Januari 2026 – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan biaya masyair (layanan haji di Arafah, Mina, Muzdalifah) untuk jemaah haji turun 200 Riyal. Pada tahun lalu biaya layanan Armuzna per jemaah 2.300 Riyal, tahun ini bisa mendapatkan harga 2.100 Riyal.
Menurut Gus Irfan sapaan Menhaj, biaya masyair sangat penting dalam pelaksanaan ibadah haji karena mencakup tenda, konsumsi, dan transportasi selama ibadah haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah.
“Tentang tenda, tenda Insya Allah sudah selesai semuanya dan tahun ini layanan Armuzna kita ini lebih murah dari tahun lalu,” kata Gus Irfan di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026) dilansir Kompas.com.
“Artinya ada selisih 200 Riyal itu pun kalau tahun lalu itu luas kasurnya itu 0,8 meter persegi, tahun ini kita mendapatkan 1 meter persegi. Jadi ada harga lebih murah tapi kualitasnya lebih baik,” sambungnya.
Gus Irfan membeberkan mengapa Kemenhaj bisa mendapatkan biaya layanan Armuzna yang lebih murah dari tahun lalu. Pihaknya meminta harga bersih tanpa meminta cashback dan lainnya.
“Karena kita mulai perundingan harga itu dengan kalimat bahwa kita minta harga ini harga bersih. Kami tidak minta cashback, kita tidak minta fee, kami tidak minta apa pun yang terkait itu dan alhamdulillah bisa turun langsung 200 Riyal,” jelasnya.
Dengan penurunan tersebut, Menhaj mengeklaim bahwa pemerintah lebih menghemat biaya layanan Armuzna mencapai Rp 180 miliar.
“Itu artinya kalau Riyal kita kalikan 200.000 jemaah, satu Riyal itu 4.200, ketemu Rp 180 miliar. Jadi dari Armuzna kita bisa men-save Rp 180 miliar,” jelasnya.