Jakarta, Senin 12 Januari 2026- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menindaklanjuti informasi terkait penarikan susu formula bayi produksi Nestle yang berpotensi terkontaminasi racun
“BPOM sudah berkoordinasi dengan lembaga pengawas lain dan telah melakukan penelusuran,” kata Humas BPOM pada hari Minggu (11/1), dikutip dari Bloomberg Technoz
Diketahui Nestle yang berpusat di Swiss, melakukan penarikan produk susu formula bayi, mencakup sejumlah batch produk nutrisi bayi termasuk BEBA dan Alfamino, setelah mendeteksi adanya cereulide-racun yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan, termasuk gejala muntah- pada salah satu bahan baku yang berasal dari pemasok minyak
Penarikan dimulai di Eropa, yang kemudian cakupannya diperluas hingga Asia dan Amerika. Perusahaan mengaku jika sudah menginformasikannya kepada hampir 50 negara, namun pengumumam penarikan ke masyarakat menjadi kebijakan masing-masing negara. Recall publik telah dilakukan oleh beberapa negara seperti Jerman, Australia, Brasil, dan China
Meski belum menerima laporan masalah kesehatan, namun perusahaan menghimbau agar orang tua tidak memberikan produk tersebut kepada anak-anak mereka