Tokyo, Kamis 08 Januari 2026- Sebuah panel pemerintah Jepang telah menyusun draf rencana operasional yang memproyeksikan penerimaan hingga 1,23 juta pekerja asing sampai akhir Maret 2029. Angka ini ditetapkan sebagai batas atas dalam upaya memenuhi kekurangan tenaga kerja di negara tersebut
Rencana ini mencakup penerimaan melalui dua jalur utama, yakni sistem pekerja berketerampilan khusus yang sudah ada saat ini dan program pelatihan baru yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April tahun depan
Program pelatihan baru tersebut dirancang untuk melatih para pekerja asing agar mampu mencapai standar tenaga kerja berketerampilan khusus dalam jangka waktu tiga tahun
Panel pakar yang mengadakan pertemuan pada Rabu (7/1) telah merampungkan draf rencana ini dengan membaginya berdasarkan sektor industri tertentu
Dalam rincian rencana tersebut, sebanyak 805.700 orang akan diterima di 19 bidang pekerjaan di bawah sistem pekerja berketerampilan khusus saat ini, yang meliputi sektor manufaktur industri serta produksi makanan dan minuman
Sementara itu, sebanyak 426.200 orang lainnya akan ditampung melalui program pelatihan baru yang mencakup 17 bidang pekerjaan. Bidang-bidang dalam program baru ini selaras dengan sistem sebelumnya, namun tidak menyertakan sektor transportasi otomotif dan penerbangan
Penentuan jumlah pekerja asing ini didasarkan pada perhitungan matang yang mempertimbangkan berbagai faktor, seperti estimasi jumlah tenaga kerja domestik dan upaya peningkatan produktivitas di Jepang
Pemerintah Jepang selanjutnya berencana membahas draf ini dengan partai-partai koalisi yang berkuasa dan menargetkan untuk mendapatkan persetujuan Kabinet pada bulan ini agar rencana tersebut dapat segera diimplementasikan
sumber: NHK News