News

Kompleks Haji Indonesia di Makkah Dikebut, Thakher Siap Tampung 22 Ribu Jemaah

12 Jan 2026 by Author
photo

JAKARTA, 8 JANUARI 2026 – Penyelesaian Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah terus dikebut. Proyek strategis ini dijalankan melalui dua jalur paralel, yakni penguatan pengembangan Kawasan Thakher serta partisipasi dalam proses lelang kawasan lain yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa Kawasan Thakher dipilih sebagai fondasi awal karena asetnya sudah eksisting dan siap dikembangkan.

Kawasan ini berada di koridor strategis sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram, mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi serta lahan pengembangan seluas sekitar 4,4 hektare.

“Kami membangun Kompleks Haji secara bertahap. Kawasan Thakher menjadi pijakan awal, sembari kami tetap mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujar Pandu.

Saat ini, Novotel Thakher Makkah memiliki sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara. Selain itu, tersedia sekitar 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk fasilitas komersial dan pusat ritel.

Secara bertahap, kawasan ini ditargetkan berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas melayani sekitar 22.000 jemaah, atau setara 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahun.

Pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya berfokus pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang terintegrasi. Fasilitas yang disiapkan meliputi ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.

“Kami tidak hanya membangun hotel, tetapi membangun ekosistem layanan jemaah Indonesia yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tegas Pandu.

Seiring penguatan Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga terus mencermati dan mengikuti mekanisme lelang yang dikelola RCMC. Sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah, RCMC menetapkan kebijakan tata kawasan dan skema pengembangan proyek strategis di sekitar Masjidil Haram.

RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan karakteristik lokasi dan peruntukan yang berbeda, melalui proses seleksi ketat yang mencakup evaluasi teknis dan finansial.

Danantara menempatkan partisipasi dalam proses ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan Kompleks Haji, selaras dengan master plan Kota Makkah.

“RCMC merupakan bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Keterlibatan kami bersifat selektif dan berbasis kajian menyeluruh untuk jangka panjang,” jelas Pandu.

Untuk Kawasan Thakher, Danantara menyiapkan investasi secara bertahap, termasuk penguatan aset awal dan belanja modal (CAPEX) pengembangan kawasan.

Dalam proyeksi awal, tahap groundbreaking pengembangan lanjutan ditargetkan dimulai pada 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, menyesuaikan kesiapan proyek dan perizinan.

“Setiap langkah kami lakukan secara prudent dan terukur. Kompleks Haji ini kami rancang sebagai proyek strategis lintas generasi yang memberi manfaat jangka panjang,” pungkas Pandu.

Foto : Ist

Scroll to Top