News

Malaysia Resmi Blokir Chatbot AI Grok Milik Elon Musk

14 Jan 2026 by Author
photo

Kuala Lumpur, Senin 12 Januari 2026- Pemerintah Malaysia secara resmi memblokir akses ke chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok, milik Elon Musk, setelah alat tersebut kedapatan digunakan untuk menghasilkan konten deepfake seksual eksplisit

Langkah ini menjadikan Malaysia sebagai salah satu negara pertama di dunia yang mengambil tindakan tegas terhadap alat AI tersebut

Grok, yang terintegrasi dalam platform X, memiliki fitur penghasil gambar yang dalam beberapa pekan terakhir disalahgunakan untuk mengedit foto orang sungguhan menjadi konten pornografi

Kekhawatiran utama muncul karena alat ini mampu memproduksi gambar tanpa persetujuan (non-consensual) yang menyasar perempuan dan anak-anak

Kementerian Komunikasi Malaysia melalui Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menyatakan bahwa mereka telah melayangkan peringatan kepada pihak X sejak awal tahun ini. MCMC mendesak adanya tindakan lebih ketat menyusul temuan penyalahgunaan berulang pada fitur Grok

“Namun, dalam tanggapannya, X gagal membahas risiko inheren dari desain platformnya dan hanya berfokus pada proses pelaporan pengguna,” tulis pernyataan resmi regulator tersebut pada akhir minggu lalu

Sebagai tindak lanjut, MCMC menegaskan bahwa Grok akan tetap diblokir hingga langkah-langkah pengamanan yang efektif diterapkan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan konten daring yang berbahaya.

Langkah Malaysia ini menambah daftar panjang tekanan internasional terhadap Elon Musk dan platform X. Di Inggris, Menteri Teknologi Liz Kendall telah mendukung seruan untuk memblokir akses serupa karena kegagalan platform dalam mematuhi undang-undang keselamatan daring

PM Inggris, Keir Starmer, juga turut mengecam penggunaan Grok untuk menghasilkan konten seksual, menyebut fenomena tersebut sebagai sesuatu yang “memalukan” dan “menjijikkan”

Saat ini, badan pengawas media Inggris, Ofcom, sedang mempertimbangkan keputusan terkait operasional Grok di wilayah mereka

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Elon Musk sebelumnya sempat menyatakan bahwa para kritikus platformnya hanya mencari “alasan apa pun untuk melakukan sensor.”

Hingga saat ini, pihak Grok maupun X belum memberikan komentar resmi lebih lanjut kepada media terkait pemblokiran yang dilakukan oleh Malaysia

sumber: bbc

Scroll to Top