Padang, Senin 12 Januari 2026– Munculnya sinkhole di area pertanian di Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua terus di pantauan Pemprov Sumatera Barat dan Pemkab Limapuluh Kota. Sebab air yang berada di sinkhole tidak disarankan diminum langsung karena kandungan bakteri cukup tinggi.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Vasko Ruseimy yang dikutip dari Tribun Padang (11/1/2026). Ia menegaskan bahwa air yang menggenang dalam lubang tidak disarankan untuk dikonsumsi langsung.
Berdasarkan kajian awal dari Badan Geologi dan pemeriksaan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Barat, kualitas air menunjukkan kandungan bakteri cukup tinggi.
“Dari sisi PH-nya air berada di bawah 6,5. Jadi kalau bisa tolong jangan diminum. Ini ibarat air sungai pada umumnya,” kata Vasco.
Oleh karena itu, Vasco berharap agar semuanya memahami baik masyarakat sekitar maupun warga yang datang untuk melihat sinkhole.
Vasco menegaskan bahwa sinkhole merupakan fenomena murni proses alam dan tidak berkaitan dengan hal-hal mistis yang diklaim bisa menyembuhkan penyakit.
Ia meminta masyarakat untuk tidak percaya anggapan bahwa air ini memiliki khasiat tertentu.
“Tidak ada air untuk menyembuhkan penyakit, itu tidak ada,” tegasnya.
Vasco juga mengingatkan agar masyarakat untuk mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan.
Sementara, jarak aman dari bibir lubang minimal 50 meter. Jarak ini memungkinkan diperluas karena kondisi tanah masih berpotensi mengalami amblasan lebih lanjut. Pembatasan ini agar warga yang berada di lokasi tetap aman.
Sedangkan dari hasil perhitungan cepat, Vasko menjelaskan bahwa secara kimia kandungan total zat terlarut atau total dissolved solid (TDS) dan kandungan besi (Fe) masih aman.
Namun dalam air dari sinkhole ini mengandung bakteri e-coli yang tinggi. Sehingga membuat air tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan terlebih dulu.