News

Pemkot Surabaya Gandeng UK Petra–SUTD Digitalisasi Koperasi UMKM Jahit

14 Jan 2026 by Author
photo

SURABAYA, 12 JANUARI 2026 – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) berkolaborasi dengan Universitas Kristen (UK) Petra dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) untuk memperkuat sistem manajemen Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) melalui digitalisasi.

Program kolaborasi internasional ini melibatkan 60 mahasiswa dari Surabaya dan Singapura yang turun langsung membedah tantangan manajemen dan operasional koperasi padat karya tersebut di Jalan Tambak Wedi, Jumat (9/1/2026).

Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya Mia Santi Dewi menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam mendorong UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital. Koperasi SMB dipilih karena dinilai berhasil memberdayakan warga kurang mampu dan mencatatkan pertumbuhan usaha yang konsisten.

“Perkembangannya cukup baik dan sudah menerima pesanan dari sektor swasta. Namun, pengelolaan stok dan pemasaran masih manual, sehingga perlu sentuhan teknologi,” ujar Mia.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa UK Petra dan SUTD didorong mengembangkan aplikasi stok dan pemasaran berbasis digital agar alur pengelolaan barang, mulai bahan baku hingga produksi, menjadi lebih efisien dan terukur.

Mia menambahkan, jika prototipe digitalisasi ini berhasil diterapkan, Pemkot Surabaya berencana mereplikasi sistem serupa ke UMKM lain untuk meminimalkan kesalahan pencatatan dan potensi kehilangan barang.

Sementara itu, Wakil Dekan II School of Business and Management UK Petra Vido Iskandar menjelaskan, program ini menggunakan pendekatan hackathon, di mana mahasiswa dari jurusan bisnis dan informatika ditantang menciptakan solusi berbasis machine learning dan data visualization.

“Output-nya berupa prototipe berbasis web. Dengan sistem ini, pengambilan keputusan koperasi ke depan bisa berbasis data,” jelas Vido.

Ia menyebut, terdapat tiga fokus utama pengembangan digital Koperasi SMB, yakni perbaikan pencatatan internal, perluasan pasar, serta persiapan pembukaan toko fisik atau stokis pada 2026.

Ketua Koperasi SMB Ucik Fatimatuzzahro menyambut positif kolaborasi tersebut. Koperasi dengan 111 anggota penjahit ini telah berkembang dari produksi seragam sekolah menjadi berbagai jenis pakaian, mulai dari baju kerja hingga busana muslim.

“Kami masih sangat terbatas dalam digitalisasi manajemen dan pemasaran. Kami berharap ada sistem database yang merekam kinerja SDM, biaya tenaga kerja, hingga perhitungan HPP agar lebih efisien dan siap menembus pasar luar Jawa,” ungkap Ucik.

Salah satu mahasiswa UK Petra, Sebastian Yohan Setiadji, mengatakan tim mahasiswa akan merancang sistem manajerial yang mencakup manajemen stok dan basis harga supplier.

“Tantangannya memahami kebutuhan koperasi secara mendalam. Kami berharap data yang diberikan lengkap agar sistem ini benar-benar membantu operasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah prototipe rampung, diperlukan pelatihan lanjutan bagi para penjahit agar digitalisasi dapat diterapkan secara berkelanjutan dan tidak kembali ke sistem manual.

Scroll to Top