Jakarta, Kamis 08 Januari 2026 – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan 11 dari 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor sudah kembali normal.
“Ada 18 daerah yang terdampak di Aceh. Di Aceh itu dari 18, 11 itu relatif sudah kembali normal,” kata Tito, dalam jumpa pers di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026) dilansir Kompas.com.
Mendagri membeberkan setidaknya ada 11 indikator yang menandakan 11 kabupaten/kota tersebut telah kembali normal antara lain pemerintahan daerah yang sudah kembali berjalan dan beroperasi, pulihnya akses konektivitas terutama jalan nasional, layanan publik seperti layanan di rumah sakit umum daerah (RSUD), berjalannya kembali layanan pendidikan.
Indikator lainnya pemulihan ekonomi yang tecermin dari kembali beroperasinya pasar, toko, warung, restoran, dan hotel yang menunjukkan aktivitas ekonomi mulai bergerak.
“Nah, khusus untuk di Aceh, ada 7 yang masih perlu kita fokus tanpa menafikan 11 daerah lain,” ujar Tito yang juga selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengatakan.
Sementara itu, di Sumatera Utara, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana, sebanyak 13 daerah dinilai relatif sudah kembali normal atau mendekati normal berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.
Daerah yang masih memerlukan perhatian khusus adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Mandailing Natal. Namun, daerah lain yang tidak disebutkan oleh Tito tetap mendapatkan perhatian.
Adapun di Sumatera Barat, proses pemulihan tergolong paling cepat. 13 Kabupaten/kota mendekati kondisi normal dari 16 kabupaten/kota yang tercatat terdampak,
Dengan demikian, tersisa tiga daerah yang memerlukan perhatian khusus, yakni Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar, tanpa mengesampingkan daerah lainnya.