MALANG, 12 Januari 2026 – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Minggu (11/1/2026). Pembukaan gerai hasil kolaborasi dengan TP PKK Kelurahan Bunulrejo ini menjadi langkah konkret penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang mengapresiasi inisiatif KKMP Bunulrejo yang telah menghadirkan gerai fisik meski masih menempati Galeri UMKM TP PKK. Gerai ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, seperti sembako, LPG, dan air minum isi ulang. “Koperasi Kelurahan Merah Putih hadir sebagai pelengkap dan penguat ekosistem koperasi yang sudah ada di Bunulrejo, bukan sebagai pesaing,” jelas Wahyu.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional, akuntabel, dan transparan guna menjaga kepercayaan anggota. Wahyu juga menyoroti pentingnya sinergi koperasi dengan program pemerintah lainnya, termasuk kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Menurutnya, koordinasi tersebut mampu memberikan manfaat ganda. “Ada sinergi yang baik, koperasinya berjalan, SPPG juga jalan. Tadi saya cek harga sembako di sini lebih murah, karena berkoordinasi langsung dengan Bulog,” terangnya lebih lanjut.
Terkait pengembangan koperasi, Wahyu mengakui keterbatasan lahan masih menjadi kendala utama di Kota Malang. Saat ini, baru 12 dari 57 unit Koperasi Kelurahan Merah Putih yang aktif beroperasi karena persyaratan lahan seluas 1.000 meter persegi.
“Kami sedang menginventarisasi aset-aset Pemerintah Kota Malang yang sesuai dengan tata ruang untuk dijadikan lokasi permanen koperasi. Targetnya seluruh koperasi kelurahan dapat beroperasi penuh dalam satu tahun ke depan,” bebernya.
Sementara itu, pengurus KKMP Bunulrejo menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan ID Food dan Bulog untuk menjamin ketersediaan komoditas bersubsidi, seperti Minyakita dan beras SPHP. KKMP Bunulrejo juga memperoleh investasi awal sebesar Rp10 juta dari anggota luar biasa untuk mendukung perputaran usaha.
Peresmian pembukaan gerai ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas gerai sembako dan unit air minum isi ulang oleh Wali Kota Malang bersama jajaran perangkat daerah terkait.