Jakarta, Kamis 08 Januari 2026- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menghimbau WNI di Belanda untuk tetap waspada di tengah cuaca musim dingin esktrem di Eropa, meski saat ini belum ada laporan WNI terdampak yang masuk ke KBRI Den Haag
“Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang terdampak signifikan, selain hambatan pada transportasi publik,” bunyi pernyataan Kemlu pada hari Rabu (7/1), dikutip dari Antara
Dalam pernyataannya, Kemlu menghimbau agar WNI di sana membatasi mobilitas dengan tidak keluar rumah jika tidak mendesak, memantau informasi cuaca ter-update dari otoritas setempat, serta menghubungi nomor 112 jika dalam kondisi darurat
Menurut Kemlu, Badan Meteorologi Belanda (KNMI) telah mengeluarkan ‘kode oranye’ yang diberlakukan di sebagian besar wilayah Belanda karena badai salju lebat dan jalanan yang sangat licin, kecuali Limburg dan Kepulauan Wadden dengan kode kuning
Kode oranye sendiri dalam sistem peringatan cuaca di Belanda berarti “Bersiaplah” (Be Prepared), yang berarti ada kemungkinan besar terjadi cuaca ekstrem yang berbahaya dan berpotensi menyebabkan kerusakan, cedera, atau gangguan yang luas (seperti pembatalan transportasi umum dan kemacetan parah)
Kemlu juga menyarankan agar WNI di sana memanfaatkan hotline KBRI untuk kekonsuleran dan untuk keimigrasian darurat
“KBRI akan terus melakukan langkah antisipatif guna memastikan keselamatan serta perlindungan WNI di wilayah akreditasi,” jelasnya
Sebagai informasi, Belanda saat ini mengalami cuaca dingin ekstrem dan badai salju lebat yang memicu status kode oranye. Kondisi ini menyebabkan kekacauan transportasi, termasuk pembatalan ratusan penerbangan di Bandara Schiphol, jadwal kereta api yang terbatas, dan jalanan yang sangat licin